pada setitik cahaya yang jauh aku melihat.
disana ada kerinduan kecil yang ingin kugapai.
lalu pada akhirnya aku hanya diam saja. tak bergerak, tak berusaha untuk menggapai.
bodoh,pikirmu ?
ku kira tidak.
"mengapa", tanyamu ?
aku diam. aku sibuk mencari alasan. adakah sesuatu yang tepat untuk menjadi jawaban ?
"kenapa," tanyamu lagi ?
aku menjawab "aku masih berpikir."
"baiklah aku mengerti", katamu lagi.
"apa maksudmu ?" kataku
"kau tidak punya alasan yang tepat kan ? apakah aku salah menganggapmu PENGECUT ? apakah aku benar ?" kau mencoba menebak.
aku tersenyum " sayangnya kau salah..."
kau terperangah "lalu mengapa ?"
aku balik bertanya " hm bagaimana jika kerinduan itu aku berikan pada orang yang lebih sanggup mendekapnya?"
kau bingung dan bertanya "maksudmu?"
aku mendesah "aku menitipkannya pada orang lain !"
kau diam sejenak lalu bertanya,"kau merelakannya. apa kau benar-benar merelakannya ?"
aku menatapmu "ya,tentu saja. sama saat dia merelakan aku untuk tidak mencintainya lagi, saat dia merelakan aku untuk pergi demi cintanya pada orang lain."

0 komentar:
Posting Komentar